I made this widget at MyFlashFetish.com.

Perjalan Usia

Lilypie Kids Birthday tickers

Sabtu, 22 Oktober 2011

tentang makanan ..

dipilih ya menunya!

hijau-hijau



bewarna



Makanan dapat diartikan sebagai bahan yang menjadi sumber kalori atau dapat memberikan zat - zat yang diperlukan tubuh untuk berlangsungnya proses kehidupan.

Secara garis besar,seluruh bahan makanan dapat digolongkan menjadi lima golongan :

1) Kelompok makronutrien
a) Karbohidrat
b) Lemak
c ) Protein

2) Kelompok mikronutien
a) Mineral
b) Vitamin

3) Kelompok bahan ikutan
a) Warna alami
b) Aroma atau penyedap alami

Macam Bahan Tambahan Makanan

1) Antioksidan
digunakan untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan stabilisasi makanan yang banyak mengandung lemak dan minyak dan dapat pula digunakan untuk sari buah dalam kaleng sehingga terhindar dari proses ketengikan yang menyebabkan perubahan warna, rusaknya vitamin, bahkan penurunan nilai gizi. Contoh dari antioksidan adalah BHA, BHT, THBP, TBHQ, NDGA, garam EDTA, (tokoferol, propilgallat, lesitin, dan asam askorbat termasuk anti oksidan alami).

2) Anti Kempal
digunakan untuk tujuan mencegah pengempalan atau penggumpalan makanan terutama yang berbentuk serbuk, tepung, atau butiran (seperti susu bubuk, krim bubuk, garam meja, dan kaldu bubuk). Umumnya bahan makanan seperti itu mempunyai sifat mudah menyerap air (hidroskopis). Bahan anti kempal tidak bersifat toksin dan ikut terserap oleh metabolisme tubuh, namun dosisnya yang dugunakan harus sesuai dengan peraturan. Jenis bahan ini adalah Aluminium silikat, Kalsium silikat, Magnesium karbonat, Magnesium silikat dan Alumino silikat.

3) Pengatur Keasaman (Asidulan)
umumnya digunakan untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman bahan makanan yang diolah serta sebagai penegas rasa, warna, dan pengawet. Pada produk olahan buah dan sayuran penambahan zat ini berakibat pada penurunan pH juga mengurangi resiko tumbuhnya mikroba. Produk pangan olahan yang sering memanfaatkan asidulan antara lain sari buah, acar ketimun, jeli, dan ikan kalengan. Asam organik yang sering ditambahkan pada bahan makanan yakni asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam fumarat, asam malat, asam suksinat, dan asam tatrat, sedangkan asam anorganinya adalah asam fosfat.

biar nggak bosan,, lihatlah gambar-gambar ini! :)








My Name is ....


Rabu, 19 Oktober 2011

happy friendship day !! :)





Teruntukmu sahabat..



untuk semua waktu yang telah terhabiskan,........
tuk semua kenangan yang telah hadir.......
tuk semua pahit yang tak sengaja datang........
Hanya karena kalianlah q d sini,
Dn kalianlah yg slalu aku nanti,
Yg mmbuatku smangat kembali,
Menulis sebait puisi yg ta brarti,
Kalian sungguh luar biasa,
Smentara aku hnya manusia biasa,
Kalianlah yg mmbuat forum ini brwarna,
Smentara aku sbagian kecilnya saja,
Sahabat..
Kalian mnemani hari''ku,
Dalam sedih,suka dn gembiraku,
Aku mohon do'akn lah prjalananku,
Sore ini aku mnuju kampung halamanku...  

Selasa, 18 Oktober 2011

ART & CULTURAL



APRESIASI SENI
Secara leksikografis, kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris apreciation, yang berasal dari kata kerja to Apreciate, yang menurut kamus Oxford  berarti to judge value of; understand or enjoy fully in the right way; dan menurut kamus webstern adalah to estimate the  quality of to estimate rightly tobe sensitevely aware of. Jadi secara umum me-apresiasi adalah mengerti serta menyadari sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya.
Dalam kaitannya dengan kesenian, apresiasi berarti kegiatan meng-artikan dan menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni serta menjadi sensitif terhadap gejala estetis dan artistik sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya. Dalam apresiasi, seorang penghayat sebenarnya sedang mencari pengalaman estetis. Sehingga motivasi utama yang muncul dari diri penghayat seni adalah motivasi untuk mencari pengalaman estetis.
Pengalaman estetis menurut  Albert R. Candler adalah kepuasan kontemplatif atau kepuasan intuitif. Sedangkan Yakob Sumardjo menjelaskan  pengalaman seni adalah keterlibatan aktif dengan kesadaran yang melibatkan kecendekiaan, emosi, indera dan intuisi manusia dengan lingkungan (benda seni) (2000, 161). Dalam proses pengalaman estetis unsur perasaan dan intuisi lebih menonjol dibandingkan  nalar; itulah sebabnya maka dalam proses tersebut penghayat seni seolah kehilangan jati dirinya karena seluruh kehidupan perasaannya larut ke dalam obyek seni, dan inilah yang disebut dengan empati.. Proyeksi perasaan tersebut bersifat subyektif dan sekaligus obyektif. Artinya subyektif karena penghayat menemukan kepuasan atau kesenangan dari obyek seninya dan obyektif  karena proyeksi perasaan itu berdasarkan nilai-nilai yang melekat pada benda seni tersebut. Kualitas seni yang ada dalam karya tersebut mengalirkan pengalaman secara dinamis dan akhirnya mendatangkan kepuasan. Kualitas suatu karya biasanya muncul karena adanya pola yang jelas yang  terjalin pada unsur/elemen seni sehingga membentuk sebuah struktur. Dalam seni rupa struktur tersebut ada pada rasa unity, balance, harmony, rythm, proportion, point of interest, contrast dan discord.
Seorang apresian dalam melakukan penghayatan dan penilaian terhadap sebuah karya tidak bisa dilepaskan dari persoalan persepsi yang muncul ketika berhadapan dengan karya tersebut.
Ada tiga jenis persepsi  yang digunakan orang dalam menilai benda benda artefak budaya yaitu persepsi praktis, persepsi analitis dan persepsi apresiatf (Stephen C Pepper, 1976: 7) di mana penggunaan masing masing jenis persepsi tersebut berbanding lurus dengan tujuan dan pola berpikir seseorang dalam memaknai obyek.
Presepsi praktis adalah kesadaran intelegensi dan respon psikologis yang diarahkan ke peroalan persoalan praktis. Dalam hal ini repon yang diberikan terhadap rangsangan dilihat dari aspek relasi-fungsional. Obyek /stimulan ditanggapi sebagai instrumen untuk mencapai tujuan akir.
Persepsi analitis adalah persepsi yang memandang stimulator sebagai instrumen untuk mendapat kualifikasi relasional baik di antara obyek lain maupun kualifikasi atas bagian per bagian dari benda itu sendiri atas dasar proses sebab-akibat; atau memasukkan setiap bagiannya ke dalam unsur yang dapat dikorelasikan dan diformulasikan ke dalam rumusan tertentu.
Sedangkan persepsi apresiatif adalah suatu usaha memandang stimulan sebagai media untuk memperoleh pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan sehingga di peroleh pengalaman estetis atas obyek yang diamati.
Situasi sosial tempat stimulus itu berada akan mempengaruhi indra dalam mempersepsi stimulus tersebut, selain itu persepsi pengamat terhadap obyek yang sama dapat berubah karena obyek ditempatkan pada lingkungan sosial yang berbeda. Faktor faktor yang mempengaruhi persepsi individu adalah : 1) pengalaman belajar (2) harapan  (3) motif atau kebutuhan dan (4) kepribadian.
  Apresiasi dan Komunikasi Seni.
Sudah seringkali kita dengar pernyataan atau kita baca, bahwa salah satu fungsi seni adalah sebagai ekspresi seseorang. Bahkan ungkapan seni adalah jiwa ketok, yang dilontarkan oleh S Sudjojono menjadi sangat terkenal di antara seniman dan pendidik seni di Indonesia.
Walaupun sesungguhnya persoalan ekspresi adalah lebih pada persoalan psychologis dari pada persoalan benda seni itu sendiri, akan tetapi karena mengamati karya seni tidaklah sekedar melihat visual form, tetapi kadang kita berusaha melihat  adanya bentuk di balik bentuk, maka persoalan ekspresi ini menjadi penting dan menarik
Saat ini istilah ekspresi lebih sering diartikan sebagai behavioral manifestations of the human personality. Manifestasi perilaku dari kepribadian manusia atau kadang kadang ekspresi didiskripsikan sebagai perceiving with imagination. Kalau yang pertama ditekankan pada pelakunya, sedangkan yang kedua ditekankan pada penerima, pengamatnya.
Dalam kaitannya dengan seni sebagai ekspresi Suzanne K Langer menyatakan: bahwa, .karya seni adalah  suatu bentuk ekspresi yang diciptakan bagi persepsi kita lewat sensa ataupun pencitraan/imajinasi, dan apa yang diekspresikan adalah perasaan insani. Namun demikian suatu konsepsi kehidupan, emosi dan kenyataan batiniah yang diekspresikan lewat karya seni pengekspresiannya tidak boleh instinktif dan stereotip. Artinya bahwa perlu jalan yang panjang, perlu pertimbangan yang penuh kesadaran tertentu untuk dapat mengekspresikan perasaan insaninya dengan tepat, sehingga ekspresi itu tidak jatuh menjadi tanda ataupun sekedar cerita tentang perasaan yang diulang-ulang, sehingga dengan demikian ekspresi rasa dalam karya seni bukanlah semata mata hal yang symptomatic Misalnya, orang yang sedang betul betul dilanda kesedihan, karya seninya tidak akan mengekspresikan kesedihan itu. Baru, setelah gejala sedih itu mengendap dan mengkristal, kemudian dituangkan dalam karya, karya tersebut akan menyiratkan kesedihannya.
Karya seni menghadirkan perasaan untuk direnungkanan oleh penghayat sehinga karya itu dapat dilihat dan didengar atau dengan berbagai cara penerimaan melalui simbol bukan melalui kesimpulan gejala. Oleh karena itu, suatu bentuk yang ekspresif adalah suatu bentuk yang dapat dipahami dan dibayangkan secara menyeluruh maksud yang dikandungnya, ataupun  juga kualitas seluruh aspek yang ada di dalamnya, sehingga bisa menggambarkan secara menyeluruh dalam beberapa hal yang berbeda yang dipunyai elemen-elemen tersebut dalam berbagai hubungan analoginya.
Karena setiap karya seni tidak tumbuh dari sesuatu kekosongan, melainkan tumbuh diantara dan dari perjalanan sejarah serta dalam suatu konteks sosial budaya, maka sebenarnya sebuah karya seni merupakan rekaman peristiwa yang dikomunikasikan  oleh seniman kepada pembaca  (penonton, pendengar). Oleh karena itu struktur karya seni baru dapat dipahami sepenuhnya bila kita melihat karya itu sebagai suatu tanda atau lambang kehihudapan.
Jadi jelaslah bahwa selain fungsinya sebagai sarana untuk mengekspresikan segala sesuatu yang tak tampak tapi ada dalam diri manusia, karya seni sebagai simbol juga berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi.
Karya Seni dan Simbol